Kamis, 27 November 2014

NABI ISA 'ALAIHISSALAM VS YESUS KRISTUS DALAM AQIDAH UMAT ISLAM..



Bismillah, walhamdulillah, washshalaatu wassalaamu ‘ala rasulillah,
Sungguh, Allah adalah Zat Yang Mahabijaksana. Dia memiliki kebijaksanaan yang sempurna yang jauh melampaui kebijaksanaan seluruh makhluk. Di antara bentuk kebijaksaan Allah adalah Ia ciptakan surga dengan segala macam kenikmatannya sebagai tempat kembali para hamba-Nya yang beriman


kepadanya.Dan merupakan bentuk keimanan kepadanya adalah beriman dengan para nabi dan rasul yang telah Ia utus ke dunia ini. Kita diperintahkan untuk meyakini mereka sesuai dengan apa yang diberitakan oleh Allah dan Rasul-N

Firman Allah  SWT dalam surat al-Baqarah [2]:136:
  • Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada IBRAHIM, ISMA'IL, ISHAQ, YA'KUB dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada MUSA dan ISA serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
Sepanjang sejarah manusia, telah banyak para nabi dan rasul yang Allah utus ke dunia ini yang bertugas menyampaikan dan mengajarkan agama-Nya serta mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya. Salah satu di antara mereka adalah Nabi Isa ‘alaihissalaam.

SIAPA ITU NABI ISA ALAIHISSALAM?
Beliau adalah seorang lelaki yang terlahir dari perut seorang wanita perawan nan suci bernama Maryam.
Ibunya merupakan anak perempuan dari seorang lelaki pilihan Allah bernama ‘Imran dari keturunan Bani Israil (anak-anak Nabi Ya’kub alaihissalam). Keluarga Imran ini merupakan salah satu keluarga yang dipilih Allah untuk mendapatkan keistimewaan dari-Nya berupa nikmat kenabian. Allah Ta’ala berfirman:
[inna allaaha isthafaa aadama wanuuhan waaala ibraahiima waaala 'imraana 'alaa al'aalamiina]
  • Sesungguhnya Allah telah memilih ADAM, NUH, keluarga IBRAHIM dan keluarga ‘IMRAN melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing). Sebagiannya merupakan keturunan dari yang lainnya. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Ali ‘Imran: 33-34)
BAGAIMANA KELAHIRAN BELIAU?
Allah Ta’ala telah mengabarkan kepada kita bahwa Nabi ISA ‘alaihissalam dilahirkan tanpa proses pernikahan ibunya Maryam dengan seorang lelaki. Artinya, beliau lahir tanpa ayah. Dan yang demikian itu bukanlah hal yang mustahil bagi Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman:
[inna matsala 'iisaa 'inda allaahi kamatsali aadama khalaqahu min turaabin tsumma qaala lahu kun fayakuunu]
  • “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) ISA di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) ADAM Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "KUN"“Jadilah”, maka FAYAKUN "jadilah ia.” (Ali ‘Imron: 59)
Ketika Maryam bertanya dengan penuh rasa heran saat mendapat kabar gembira berupa seorang putra yang akan lahir dari perutnya tanpa ‘sentuhan’ seorang lelaki, Allah menjelaskan dan menegaskan kepadanya serta kepada kita semua.
[idzaa qadaa amran fa-innamaa yaquulu lahu kun fayakuunu]
  • Demikianlah Allah, yang menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Ia sudah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Ia hanya cukup mengatakan kepadanya, "KUN"“jadilah kamu”, lalu jadilah ia.” (Ali’Imran: 47)
Proses penciptaan beliau adalah dengan ditiupkannya roh ke dalam rahim ibunya, Maryam. Kemudian Allah katakan kepadanya, “kun” (jadilah), sebagaimana yang Allah sebutkan pada ayat sebelumnya. Maka, seketika itu Maryam hamil sebagaimana wanita pada umumnya dan kemudian melahirkan Nabi Isa sebagai seorang anak manusia. > Sungguh, penciptaan ini merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana yang telah ditegaskan dalam Alquran,
[waja'alnaa ibna maryama waummahu aayatan waaawaynaahumaa ilaa rabwatin dzaati qaraarin wama'iinin]
  • Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya sebagai tanda (kekuasaan kami), dan Kami lindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir. (Al-Mu’minun  [23]: 50)
Ayat-ayat yang menerangkan tentang proses kelahiran Nabi Isa ‘alaihissalam di atas merupakan bantahan tehadap tuduhan orang-orang Yahudi, yang menganggap Maryam ‘alaihassalam telah berzina.
Padahal, Allah telah menegaskan tentang kesucian wanita ini dari perbuatan keji itu.

Allah Ta’ala berfirman
[wamaryama ibnata 'imraana allatii ahsanat farjahaa fanafakhnaa fiihi min ruuhinaa washaddaqat bikalimaati rabbihaa wakutubihi wakaanat mina alqaanitiina]
  • “Dan (ingatlah) Maryam putri ‘Imran yang memelihara kemaluannya (dari perbuatan keji). Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan kitab-kitab-Nya, dan dia itu termasuk orang-orang yang taat.” (At-Tahriim[66]: 12)
[wa-idz qaalati almalaa-ikatu yaa maryamu inna allaaha isthafaaki wathahharaki waisthafaaki 'alaa nisaa-ial'aalamiina]
  • Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Hai Maryam, Sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan juga mengistimewakan kamu atas segala wanita di seluruh dunia.” (Ali ‘Imran [3]: 42)
Mukjizat Yang Diberikan kepada Beliau Ketika Bayi
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
[wayukallimu alnnaasa fii almahdi wakahlan wamina alshshaalihiina]
  • “Dan dia (Isa) berbicara kepada manusia dalam buaian (ketika ia bayi) dan juga ketika sudah dewasa. Dan dia itu termasuk orang-orang yang saleh.” (Ali-‘Imran [3]: 46)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
  • Tidak ada seorang anak yang berbicara ketika kecilnya kecuali Isa dan sahabat Juraij.” ^1]
Dalam riwayat lain disebutkan
  • tidak ada seorangpun yang berbicara sewaktu kecilnya kecuali tiga orang: (satu di antara mereka adalah) Isa …” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika menafsirkan surah Ali ‘Imran ayat 46, Ibnu Katsir mengatakan,
“Ia (Isa bin Maryam) mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah semata tanpa kesyirikan pada saat ia masih kecil sebagai mukjizat dan tanda (kenabian), serta saat beliau sudah dewasa ketika Allah wahyukan kepadanya untuk melaksanakan urusan itu (dakwah).” ^2]

Kedudukan Nabi Isa ‘alaihissalam Dalam Islam.
Di dalam Alquran, Allah telah menjelaskan kedudukan Nabi Isa ‘alaihissalam yang sesungguhnya, bahwa beliau adalah salah satu hamba terbaik pilihan Allah dan juga utusan-Nya yang memiliki kedudukan tinggi dan mulia di sisi-Nya.
  • Bukan sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Yahudi yang mengatakan beliau adalah anak zina.
  • Bukan pula orang-orang Nasrani bahwa beliau adalah Allah atau anak Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membantah keyakinan buruk mereka ini dalam firman-Nya,
[in huwa illaa 'abdun an'amnaa 'alayhi waja'alnaahu matsalan libanii israa-iila]
  • "Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni'mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail  (QS  Az-Zukuhruf [43]:59)
[innamaa almasiihu 'iisaaibnu maryama rasuulu allaahi wakalimatuhu alqaahaa ilaa maryama waruuhun minhu]
  • "Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya384 yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.385
Syaikh Abdurrahman bin Hasan mengatakan bahwa maksud dari Isa adalah kalimat Allah yaitu Allah menciptakan beliau dengan kalimat-Nya, “كن”. Sedangkan maksud dari Roh ialah Isa ‘alaihissalam merupakan salah satu dari sekian banyak roh yang telah Allah ciptakan.^3] Dan beliau bukanlah roh kudus, karena roh kudus itu ialah Jibril ‘alaihissalam sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ahli tafsir dari kalangan sahabat dan yang setelah mereka.^4]  
>>  Dari ayat ini, kita dapati betapa mulia dan agungnya kedudukan Nabi Isa ‘alaihissalam di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Sehingga Allah sebutkan beliau sebagai kalimat dan juga roh-Nya. Dan idhafah (penyandaran) pada ayat ini merupakan bentuk penghormatan kepada beliau.

Dakwah Nabi Isa ‘alaihissalam
Dakwah beliau tidak berbeda dengan dakwahnya para Nabi dan Rasul yang lain, yaitu mengajak manusia untuk beriman dan beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
  • Hanya saja, Nabi Isa ‘alaihissalam diutus khusus HANYA kepada Bani Israil. 
  • Berbeda dengan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang diutus kepada semua makhluk, dari kalangan jin dan manusia (Universal)
[warasuulan ilaa banii israa-iila annii qad ji'tukum bi-aayatin min rabbikum]
  • “Dan (Allah jadikan Isa) sebagai Rasul (yang diutus) kepada Bani Israil (dan berkata kepada mereka),  “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa ayat (mukjizat) dari Rabb-mu.” (Ali ‘Imran [3]: 49)
Di antara yang beliau serukan kepada Bani Israil adalah apa yang Allah abadikan dalam kitab-Nya,
[waqaala almasiihu yaa banii israa-iila u'buduu allaaha rabbii warabbakum innahu man yusyrik biallaahi faqad harrama allaahu 'alayhi aljannata wama/waahu alnnaaru wamaa lilzhzhaalimiina min anshaarin]
  • Dan (Isa) Al-Masih berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Rabb-ku dan juga Rabb kalian. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah (dalam ibadahnya), maka Allah haramkan surga untuknya, dan tempat kembalinya ialah neraka. Dan orang-orang zalim itu tidak memiliki seorang penolong pun (yang akan menolongnya dari siksa api neraka).” (Al-Maaidah: 72)
[inna allaaha rabbii warabbukum fau'buduuhu haadzaa shiraathun mustaqiimun]
  • Sesungguhnya Allah itu Rabb-ku dan juga Rabb kalian, maka beribadahlah kepada-Nya. Inilah jalan yang lurus. (Ali-‘Imran [3]: 51)
Walau Allah telah menganugerahi banyak mukjizat yang menunjukkan kenabian beliau, dan membenarkan kerasulan beliau, hanya sebagian saja yang menyambut dan menerima dakwah beliau. Mereka adalah al-hawariyyun yang menjadi pengikut dan penolong setia beliau.

[yaa ayyuhaa alladziina aamanuu kuunuu anshaarallaahi kamaa qaala 'iisaa ibnu maryama lilhawaariyyiina man anshaarii ilaa allaahi qaala alhawaariyyuuna nahnu anshaaru allaahi faaamanat thaa-ifatun min banii israa-iila wakafarat thaa-ifatun]
  • “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah.” Maka (dengan begitu), segolongan dari Bani Israil beriman (al-hawariyyun) dan segolongan lain kafir.” (Ash-Shaff  [61]: 14)
Siapa yang disalib???
Sejak zaman Nabi Musa ‘alaihissalam, Bani Israil telah menunjukkan sikap-sikap melampaui batas.
Mereka telah dikenal sebagai kaum yang sombong, berhati keras, pembangkang, suka berbohong dan ingkar janji, selalu mengingkari nikmat dan ayat-ayat Allah serta hobi mengakal-akali perintah dan larangan Allah. Karenanya, Allah selalu mengutus para Nabi kepada mereka untuk membimbing dan menuntun mereka ke jalan yang benar, serta menegakkan hukum Allah di tengah-tengah mereka.
Akan tetapi, ketika ada Nabi yang diutus kepada mereka, selalu saja mendapat ancaman kejahatan tangan-tangan mereka. Dan mereka tidak segan-segan membunuh para Nabi yang diutus kepada mereka. Dan, Di antara Nabi yang Allah utus kepada mereka adalah Isa ‘alaihissalam.

Tidak berbeda dengan nabi-nabi yang lain, Isa ‘alaihissalam juga mendapat perlakuan yang sama dari Bani Israil berupa pendustaan, pengingkaran, gangguan, dan permusuhan.

Tatkala Allah mengutusnya kepada mereka dengan bukti-bukti dan juga petunjuk, mulailah mereka iri dan dengki terhadap beliau karena kenabian dan mukjizat-mukjizat luar biasa yang Allah berikan kepada beliau. Karena dasar kedengkian itulah mereka mengingkari kenabian Isa ‘alaihissalam dan kemudian memusuhi serta menyakiti beliau.Betapa besar permusuhan yang mereka sulutkan sehingga tidak membiarkan beliau ‘alaihissalam menetap di negeri bersama mereka.

Bahkan beliau bersama ibunya selalu berkelana, berpindah-pindah tempat karena ulah orang-orang Yahudi tersebut.Tidak sampai di sini. Karena kedengkian telah tertancap dan mendarahdaging, mereka berusaha membuat konspirasi untuk membunuh beliau dengan menghasut Raja Damaskus saat itu yang beragama penyembah bintang-bintang. Mereka membuat fitnah-fitnah serta tuduhan dusta tentang Nabi Isa ‘alaihissalam, sehingga Raja yang mendengar hal itu menjadi marah dan memerintahkan perwakilannya di al-Quds/Yerussalem untuk menyalibnya.  Setelah menerima perintah dari raja, wakil raja yang berada di al-Quds itu langsung berangkat bersama sekelompok Yahudi menuju rumah yang sedang ditempati oleh Nabi Isa ‘alaihissalam dan kemudian mengepungnya.

Allah Ta’ala berfirman:
[wamakaruu wamakara allaahu waallaahu khayru almaakiriina] yang artinya,
  • Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya" (Ali ‘Imran[3]: 54)
Dalam keadaan demikian, Nabi Isa ‘alaihissalam menanyakan kepada murid-muridnya tentang siapa yang bersedia diserupakan wajahnya seperti wajah beliau. Dan beliau menjanjikan surga bagi siapa yang bersedia. Maka, salah seorang pemuda di antara mereka ada yang merespon beliau dengan jawaban, “Saya bersedia”. Kemudian Allah serupakan wajahnya dengan wajah Nabi Isa ‘alaihissalam. Setelah itu, Nabi Isa tertidur dan diangkat Allah ke langit dari rumah tersebut dalam keadaan demikian.

Tatkala para murid beliau keluar dari rumah itu, orang-orang Yahudi yang telah mengepung sejak sore menangkap dan menyalib lelaki tersebut.5 Setelah itu mereka berkata,
  • “Sesungguhnya kami telah membunuh Isa putra Maryam, yaitu utusan Allah” (An-Nisaa’: 157)
Namun, Allah membantah perkataan mereka ini pada ayat yang sama,
  • “Dan mereka sama sekali tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Akan tetapi, (orang yang mereka salib itu) adalah yang diserupakan (wajahnya dengan Isa) untuk mereka.”
Dalam satu riwayat, disebutkan bahwa sebelum menangkap lelaki tersebut, mereka menghitung jumlah orang-orang yang keluar dari rumah itu karena mendengar bahwa Isa telah diangkat ke langit. Setelah dihitung, ternyata mereka mendapatkan ada satu orang yang kurang. Sehingga mereka ragu apakah yang mereka tangkap itu benar-benar Isa atau bukan?6Inilah mengapa Allah sebutkan di akhir ayat, “Dan sungguh, orang-orang yang berselisih padanya (urusan pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan. Mereka itu tidak memiliki ilmu yang pasti tentangnya. Dan mereka tidak membunuhnya dalam keadaan yakin (bahwa yang dibunuh itu benar-benar Isa).” (An-Nisaa’: 157)

Keberadaan Beliau Saat Ini
Para ulama telah sepakat tentang keberadaan beliau saat ini, yaitu di langit dalam keadaan masih hidup dan sama sekali belum mati. Dan hal ini telah disebutkan Allah dalam firman-Nya,
  • Mereka tidak membunuhnya dalam keadaan yakin. Akan tetapi (sebenarnya), Allah telah mengangkatnya (Isa) kepada-Nya. Dan Allah itu Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisaa’: 157-158)
Pengangkatan Nabi Isa ‘alaihissalam terjadi ketika beliau dikepung oleh orang-orang Yahudi untuk ditangkap dan disalib, sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Allah mengangkat beliau kepada-Nya, yaitu ke langit.
Allah Ta’ala juga berfirman,
[idz qaala allaahu yaa 'iisaa innii mutawaffiika waraafi'uka ilayya wamuthahhiruka mina alladziina kafaruu ]
  • “(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku serta membersihkanmu dari orang-orang yang kafir tersebut.” (Ali-‘Imran[3]: 55)
Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud wafat pada ayat ini adalah tidur. Maksudnya, Allah menjadikan beliau tertidur sebelum diangkat ke langit.^7]

Imam Ath-Thabari meriwayatkan dari al-Hasan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada orang Yahudi, “Sesungguhnya Isa itu belum mati. Dan ia akan kembali kepada kalian sebelum hari kiamat nanti.”8

Dan sangat banyak hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa beliau saat ini masih hidup dan berada di langit.Di antara hadis-hadis tersebut adalah kisah perjalanan mikraj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Dalam kisah tersebut, beliau bertemu dengan Nabi Isa ‘alaihissalam di langit yang menyapa dan memberikan salam penghormatan kepada beliau.^9]

Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam di Akhir Zaman
Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam ke dunia pada akhir zaman nanti merupakan perkara yang pasti akan terjadi dan merupakan salah satu tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat. Tidak ada satu orang pun dari ulama kaum muslimin yang mengingkari kejadian ini. Bahkan mereka menganggap perkara tersebut termasuk perkara yang wajib diyakini oleh setiap muslim.Hal itu dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisyaratkannya dalam Alquran. Begitu pula dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah mengabarkan akan terjadinya kejadian itu.  Allah Ta’ala berfirman,
  • Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa alaihissalam) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisaa [3]: 159)
Imam As-Saffarini menjelaskan bahwa mereka benar-benar akan beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalam sebelum wafatnya. Dan hal itu terjadi ketika beliau turun dari langit pada akhir zaman nanti, sehingga hanya akan ada satu agama, yaitu agama Ibrahim yang lurus.^10]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,
  • Demi Allah, sungguh hampir tiba saatnya putra Maryam itu turun di tengah-tengah kalian sebagai seorang hakim yang adil.” ^11]
Bagaimana Beliau Turun??
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam akan turun di dekat ‘menara putih’ yang berada di bagian timur Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelupkan wars ^12] dan za’faran.^13]
  • Saat turun, beliau meletakkan kedua telapak tangannya di sayap dua malaikat. Ketika beliau menundukkan kepala, maka akan menetes. Dan ketika beliau mengangkatnya, maka akan bercucuran air yang sangat bening seperti mutiara. Tidak ada seorang kafir pun yang mencium aroma nafas beliau kecuali ia akan mati. Sedangkan nafas beliau itu menjangkau jarak yang sangat panjang, sejauh matanya memandang.^14]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskan bahwa ketika turun, Nabi Isa ‘alaihissalam akan disambut oleh Imam Mahdi beserta kaum muslimin, dan kemudian sholat bersama mereka.
  • Akan senantiasa ada segolongan dari umatku ini yang selalu berperang menampakkan kebenaran sampai hari kiamat tiba. Maka turunlah Isa alaihissalam, dan pemimpin mereka (Imam Mahdi) akan berkata (kepadanya), ‘Kemarilah anda dan sholatlah bersama kami (maksudnya jadilah imam dalam sholat kami-red).’ Kemudian ia menjawab, ‘Tidak, sungguh sebagian kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain sebagai bentuk penghormatan Allah terhadap umat ini.’” ^15]
Apa Yang Beliau Bawa Ketika Diturunkan dan Untuk Apa Beliau Turun??
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah menetapkan suatu hal melainkan ia mempunyai misi tersendiri untuk itu. Dan DIA juga telah menetapkan misi khusus diturunkannya Nabi Isa ‘alaihissalam di akhir zaman nanti. Di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya,
  • “Demi Allah, sungguh hampir tiba saatnya putra Maryam itu turun di tengah-tengah kalian sebagai seorang hakim yang adil. Maka ia akan memecahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah/upeti. Dan (saat itu) harta benda berhamburan sampai-sampai tidak ada seorang pun yang bersedia menerimanya (harta pemberian).” (HR. Bukhari no. 2222, Muslim no. 155)
Misi lain dari turunnya Isa ‘alaihissalam adalah untuk membunuh Dajjal.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
  • “Dajjal akan keluar di tengah-tengah umatku dan akan menetap selama 40 –salah seorang perawi berkata, aku tidak tahu apakah itu 40 hari, 40 bulan, atau 40 tahun–. Maka Allah utus Isa putra Maryam. Kemudian beliau mencarinya dan akan berhasil membinasakannya.^16]
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah ISA Ibnu Maryam turun bukan sebagai Nabi yang membawa syariat baru setelah syariat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam yang merupakan Khataman Nabiyyin (Penutup para nabi). Akan tetapi, sebagai imam kaum muslimin atau hakim yang adil sebagaimana yang disebutkan dalam hadis di atas.

Syaikh Shalih Al Fauzan menjelaskan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam beribadah dengan syariat Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, baik dalam perkara-perkara pokok maupun cabang. Bukan dengan syariat beliau yang dahulu. Sebab, syariat tersebut telah dihapus.
Dengan demikian, beliau turun ke bumi sebagai khalifah bagi Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wasallam, sekaligus sebagai hakim bagi umatnya.^17]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,
  • “Dan Isa itu masih hidup di langit dan sama sekali belum mati. Dan ketika turun nanti, ia tidak akan menerapkan hukum kecuali dengan hukum kitab dan sunah, bukan dengan yang menyelisihi itu.”^18]
Inilah sedikit tentang hal-hal yang wajib kita yakini seputar Nabi Isa ‘alaihissalam.
Semoga Allah menjadikan tulisan ini bermanfaat bagi setiap orang yang ingin mengambil manfaat darinya.

Wallaahu a’lam.

Catatan Kaki
  1. HR. Bukhori dalam al-adabul mufrod no. 33, dan juga Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya no. 3572.
  2. Lihat tafsir ibnu katsir surah Ali-‘Imran ayat 46.
  3. Lihat fathul majid 42-43.
  4. Tafsir ibnu katsir 1/190.
  5. Lihat tafsir ibnu katsir 1/293-294.
  6. Tafsir ath-thobari 9/371, maktabah syamilah.
  7. Lihat tafsir ibnu katsir pada ayat ini.
  8. Lihat tafsir ath-thobari pada ayat 55 surah Ali ‘Imran.
  9. Bukhori (349), Muslim (259) 
  10. Al-irsyad ilaa shohihil-i’tiqood 1/215. 
  11. HR. Bukhori no. 2222, Muslim no. 155 
  12. Wars adalah salah satu jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah Arab, Habasyah, dan juga India. Buahnya dilapisi oleh kelenjar merah seperti ada bulu-bulu halus diatasnya. Ini biasa digunakan untuk mewarnai pakaian (lihat almu’jamul-waasith). 
  13. Za’faran adalah salah satu jenis wewangian.
  14. Lihat hadits riwayat Muslim (2937). 
  15. HR. Muslim no. 156 
  16. HR. Muslim no. 2940
  17. Lihat kitab al-irsyad ilaa shohihil-i’tiqood 1/196, maktabah syamilah.
  18. Al-irsyad ilaa shohihil-i’tiqood 1/215, maktabah syamilah.ReferensiJami’ul bayan fi tafsiril qur’an, karya Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari, maktabah syamilah.Tafsir ibnu abi hatim, maktabah syamilah.Tafsirul qur’anil ‘adzhim, karya Imam Ibnu Katsir, cetakan Daar Ibnul Jauzi, Kairo.Al-musnadus shohih, karya Imam Bukhori, cetakan al-maktabah al-islamiyyah, Kairo.Ash-shohih, karya Imam Muslim, cetakan al-maktabah al-islamiyyah, Kairo.Fathul majid, karya syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan, cetakan daarul ‘aqidah, Kairo.Al-irsyad ila shahihil i’tiqod, karya syaikh Sholih Al Fauzan, maktabah syamilah.Al-mu’jamul wasiith, karya Syaikh Ibrahim Musthofa dkk, maktabah syamilah.—
Penulis: Muhammad Nurul Fahmi
Murajaah: Ust. Suhuf Subhan, M.Pd.I

GAMBAR INI ADALAH SEKEDAR ILUSTRASI..DAN TIDAK MEWAKILI SOSOK BELIAU YANG SESUNGGUHNYA..GAMBAR INI ADALAH SEKEDAR ILUSTRASI..DAN TIDAK MEWAKILI SOSOK BELIAU YANG SESUNGGUHNYA..

SIAPA ITU YESUS KRISTUS ?
Yesus (c. 6 SM-4 SM — 29-33) atau Yesus dari Nazaret adalah seorang tukang kayu, pengkhotbah, guru, rabi, penyembuh, pembuat mukjizat, dan tokoh Yahudi yang berasal dari kota Nazaret, Israel.Yesus di dalam Kekristenan juga dikenal dengan sebutan Kristus. Orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, Tuhan, Mesias, dan Juru Selamat umat manusia.
  • Agama Yahudi menolak anggapan bahwa Yesus adalah seorang Mesias yang telah dinubuatkan dalam kitab suci mereka. 
  • Sedngkan umat Islam, bukan saja menolak dgn tegas anggapan bahwa Yesus adalah seorang Mesias yang telah dinubuatkan dalam kitab suci mereka, bahkan mengutuk siapapun yang menganggap Yesus sbg Anak Allah yang berinkarnasi menjadi Allah itu sendri, dgn cap KAFIR dan dengan ancaman azab siksa NERAKA. (QS.5:72)


AJARAN
Tindakan dan perkataan Yesus yang dicatat dalam Injil merupakan ajaran dasar Kekristenan. Yesus mengajar di Galilea dan Yudea serta tempat-tempat di sekitar sana di mana orang Yahudi tinggal, dengan pesan penyangkalan diri dan pengampunan dosa. Hukum yang terutama yang Yesus ajarkan adalah hukum Kasih, bahwa manusia harus mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.

KEKRISTENAN:
Pandangan Kristen tentang Yesus berpusat pada keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan, seorang Mesias yang kedatangan-Nya telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, dan bahwa Ia bangkit pada hari ketiga setelah disalibkan. Umat Kristiani pada dasarnya percaya bahwa Yesus adalah "Anak Allah" (secara umum dapat diartikan bahwa Ia adalah Allah Anak, oknum kedua dalam Tritunggal), yang datang ke dunia untuk menebus dosa umat manusia dan memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan melalui pengorbanan-Nya. Umat Kristiani juga percaya bahwa Yesus dilahirkan oleh seorang perawan (Maria, sering disebut bunda Maria), mujizat yang dilakukan Yesus, kenaikan ke Surga, dan kedatangan Yesus ke bumi untuk kedua kali.

HIDUP DAN PENGAJARAN SEPERTI YANG DITULIS DALAM INJIL
Keempat Injil kanonik, Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, adalah sumber utama biografi kehidupan Yesus.
Kitab Injil (terutama Matius) menceritakan kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus sebagai penggenapan atas nubuat yang tertulis di Perjanjian Lama.
Contohnya, kelahiran dari perawan, pelarian ke Mesir, dan nama Immanuel (Yesaya 7:14).

TUJUAN HIDUP YESUS
Markus mengatakan bahwa Yesus datang "untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Markus 10:45); Injil Lukas mengatakan bahwa Ia dikirim untuk "memberitakan Injil Kerajaan Allah" (Lukas 4:43); dan Injil Yohanes menuliskan bahwa Yesus datang agar "supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:15).
  • TUHAN YESUS versi KristianI adalah manusia/tuhan Yesus yang telah mati dibunuh oleh orang-orang Yahudi.
Kitab Injil ada memberitakan hal ini:
Dalam Injil (Perjanjian Baru pada Bible) diberitakan tentang penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus yakni dalam Kitab Matius 27:32, 28:8, Kisah Para Rasul 2:22-24 dan Roma 5:6-8.
Lagipula ada fakta lain yang mendukung kejadian tersebut yang telah merubah dunia.
  • "Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." (Matius 16:21)
  • Menurut Injil Markus 15:25, > Yesus disalib pada jam 9: “Hari jam sembilan ketika ia (Yesus) disalibkan.”
  • Padahal menurut Injil Yohanes 19:14,  > pada jam 12 Yesus masih belum disalib: “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas.”
  • Sementara kedua Injil lainnya, yaitu Matius dan Lukas abstain tidak menulis apapun tentang waktu penyaliban.


Ayat-ayat yang dijadikan dalil gereja bhw Yesus itu adalah Mesias yang  bersifat ilahiyah .!!
  • Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6) 
  • Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)“ 
  • Lalu datanglah si pencoba (iblis) itu dan berkata kepadaNya : jika Engkau anak ALLAH…..” (matius 4:3, 
  • lihat juga matius 4 : 4-10)….(apa urusanmu dengan kami hai anak ALLAH…..” (matius 8:29)
  • …..”dan orang orang yang ada diperahu itu menyembah Dia dan berkata Engkaulah anak ALLAAH “ (matius 4 : 32)
  • Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36) Aneh tuhan kog kagak tahu kapan kiamat“
  •  Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa ia telah mati….” (Yohanes 19:33)“
  • Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu….”(Matius 27:58-59)
Jadi siapakah Nabi ‘ISA yang akan muncul di akhir zaman menurut Al-Quran dan Al-Hadis?
  • Sudah tentu beliau adalah Nabi ‘Isa versi Islam, Rasul Allah, manusia 100% dan 
  • BUKANnya Yesus Kristeus..yang konon katanya adalah tuhan Allah kristen.
Nabi suci ISA  Alaihissalam, kehadirannya adalah untuk membersihkan dirinya daripada dipertuhankan oleh orang-orang kafir sepeningganya, padahal tidak ada satu dalil pun yag mendukungnya.
Inilah yang dimaksudkan dalam Al-Quran yang berbunyi:
  • Ingatlah ketika Allah berkata: ‘Ya ‘Isa, sesungguhnya Aku mengangkat engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas dari mereka yang kafir, sampai hari kiamat….’” (sebahagian dari terjemahan Surah Ali-Imran:55)
Akhir Artikel ini menegaskan bahwa pada akhirnya Nabi ‘Isa dan sekalian manusia akan kembali kepada Allah , dan Allah-lah yang akan menjadi Hakim di Hari Kiamat. Penutup ayat itu berbunyi:
  • "…Kemudian tempat kembalimu hanyalah kepada-Ku, lalu Aku hukum antara kamu tentang apa-apa yang kamu perselisihkan.’. (Surah Ali Imran [3]:55)
Kesimpulan:
  • Al-Quran, Al-Hadis dan ijma’ ulama Islam tidak pernah bersetuju bahwa Nabi ISA  Almasih yang diceritakan dalam al-Quran merupakan Yesus Kristus, tuhan orang Kristen. Bahkan al-Qur'an memberikan  cap KAFIR kepada sesiapa pun yang percaya bhw Yesus adalah Tuhan, yang merupakan dosa besar SYIRIK yang diancamNya dengan azab siksa NERAKA yang kekal bagi penyembahnya.
Perlakuan orang Kristian memalsukan ayat Al-Quran untuk tujuan menghalalkan ajaran agama mereka ini tidak ubah seperti melekatkan label HALAL pada makanan yang TIDAK HALAL bagi umat Islam. Contohnya kejadian penggunaan enzim lemak khinzir/babi di dalam produk penyedap rasa Ajinomoto. Di luar kulit mereka gunakan simbol Islam yaitu halal tetapi hakikatnya produk itu telah tercemar!

Firman Allah :
[waddat thaa-ifatun min ahli alkitaabi law yudhilluunakum wamaa yudhilluuna illaa anfusahum wamaayasy'uruuna]
~ " Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya" (Surah Ali-Imran [3]: 69)

Sumber :  https://www.facebook.com/notes/ibnu-al-farisi-menjawab/nabi-isa-alaihissalam-vs-yesus-kristus-dalam-aqidah-umat-islam/1435863279981254?pnref=story

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar