Kamis, 27 November 2014

Makalah organ pada tumbuhan IPA


BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang
Seperti layaknya makhluk hidup yang lain tumbuhan pun memiliki organ-organ penyusun tubuh seperti akar, batang, daun, dan bunga.
Pada proses pembelahan, pembesaran dan diferensiasi sel-sel terorganisasi menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk organ-organ, selanjutnya kumpulan oragan membentuk sistem organ dan menjadi tubuh tumbuhan bersel banyak (multiseluler).
Sifat dari tumbuhan bersel banyak adalah adanya tingkatan koordinasi dan korelasi yang tinggi antara komponen organ, jaringan dan sel-sel. Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, atau mempunyai bentuk yang berbeda dan fungsi yang sama atau bentuk yang sama dan fungsi yang berbeda. Semua jaringan tumbuhan umumnya dibagi menjadi 2 tipe yaitu jaringan
meristematik dan jaringan permanen. Jaringan meristematik (muda) dan jaringan permanen (dewasa) bersama-sama membentuk organ-organ tumbuhan yaitu : akar, batang  daun dan organ reproduksi (bunga, buah dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan (Angiospermae).
Beberapa macam jaringan dengan fungsi yang sejenis akan membentuk suatu alat tubuh. Alat tubuh makhluk hidup disebut dengan organ, selanjutnya kesatuan yang berasal dari beberapa organ yang melaksanakan suatu aktivitas (peranan) secara bersama-sama akan membentuk suatu sistem yang biasa disebut dengan sistem organ.
Sistem organ yang terdapat pada tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji melakukan suatu sistem pengangkutan (transportasi). Sistem transportasi tumbuhan melibatkan jaringan-jaringan pengangkut yang terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Sistem pengangkutan dimulai dari akar, batang, sampai ke daun.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Bagaimana landasan teori dari struktur dan fungsi organ ( daun dan bunga ) pada tumbuhan ?
2.         Apa saja organ yang terdapat didalah tumbuhan tersebut ?
3.      Apa saja macam organ pada tumbuhan?
4.         Bagaimana fungsi setiap Organ pada tumbuhan ?


Tujuan
    Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengertian organ pada tumbuhan
2.      Untuk mengetahui macam-macam organ pada tumbuhan
3.      Untuk mengetahui fungsi setiap organ pada tumbuhan



BAB II
PEMBAHASAN

            Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan yang bekerjasama membentuk suatu alat tubuh.
A.    Organ pokok tumbuhan tinggi terdiri atas tiga macam :

1.      Akar
Akar merupakan struktur tumbuhan yang terdapat didalam tanah. Akar berfungsi menancapkan tumbuhan pada tempat hidupnya dan menyerap air, garam, dan mineral dari dalam tanah. Pada bagian ujung akar, terdapat meristem apikal yang memungkinkan untuk berkembangnya akar. Meristem apikal ditutupi oleh tudung akar yang berasal dari sel-sel perenkim.
Pada kelompok tumbuhan berbiji, ada dua sistem perakaran, yaitu :
a.       Sistem perakaran tunggang : sistem perakaran tunggang mempunyai bagian berukuran besar yang disebut akar utama. Disekitar akar utama, tumbuh akar-akar kecil sebagai akar cabang. Jadi sistem perakaran tunggang terdiri atas akar utama dan akar cabang. Sistem perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil.
b.      Sistem perakaran serabut : sistem perakaran serabut tidak mempunyai akar utama. Akar tumbuh dari pangkal batang dan bercabang-cabang membentuk struktur.
Secara anatomi, akar tersusun dari beberapa bagian, antara lain :
a.       Epidermis : Epidermis terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Pada permukaan luar epidermis, terdapat rambut akar yang berfungsi memperluas bidang penyerapan serta penyerap air dan garam mineral.
b.      Korteks : Di sebelah dalam epidermis, terbentuk suatu lapisan yang terdiri atas sel-sel parenkim yang disebut korteks. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Korteks berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
c.       Endodermis : korteks dan silinder pusat dibatasi oleh selapis sel yang disebut endodermis. Dinding sel endodermis mengalami penebalan lignin dan suberin. Penebalan ini membentuk struktur seperti pita yang disebut pita caspar. Penebalan ini memyebabkan dinding sel endodermis tidak dapat ditembus air dan hara lainya.
d.      Silinder pusat : silinder pusat terletak disebelah dalam endodermis. Pada silinder pusat terdapat berkas pengangkut dan jaringan-jaringan lainya. Di lapisan luar dari silinder pusat terdapat parisikel atau perikambium. Aktivitas parisikel membentuk cabang-cabang akar. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang tersusun secara teratur membentuk jari-jari atau radial. Pada akar tumbuhan dikotil, xilem berbentuk bintang dan berada di pusat akar. Pada akar tumbuhan monokotil, letak xilem dan floem berselang-seling membentuk lingkaran.

2.      Batang
Batang adalah organ penghubung akar dan daun. Batang berfungsi untuk menegakan tubuh tumbuhan. Batang mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan akar. Pada batang, terdapat buku dan ruas. Buku merupakan tempat merekatnya daun, sedangkan ruas merupakan bagian batang di antara dua ruas.
Struktur anatomi batang mirip dengan akar, yaitu terdiri dari :
a.       Epidermis : jaringan epidermis batang umumnya terdiri atas selapis sel, tersusun rapat tanpa ruang atarsel, dan mempunyai kutikula.
b.      Korteks : tersusun atas sel-sel parenkim berdinding tipis. Letak sel-sel parenkim tidak teratur dan mempunyai banyak ruang antar sel. Selain itu, didalam korteks terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi untuk menyokong dan memperkuat batang. Pada batang muda mempunyai kolenkim sebagai penyokong dan terdapat klorofil untuk fotosintesis. Pada batang tua, kolenkim akan berganti dengan sklerenkim dan tidak ada lagi klorofil.
c.       Endodermis : tidak pada akar, lapisan endodermis batang tidak begitu jelas dan menyatu dengan korteks.
d.      Silinder pusat (stele) : terletak disebelah dalam korteks. Di dalam stele terdapat sel-sel parenkim dan berkas pengangkut(xilem dan floem). Pada batang dikotil, berkas pengangkut letaknya beraturan membentuk lingkaran. Di antara xilem dan floem, terdapat kambium. Pembelahan kambium kearah luar membentuk floem sekunder dan kearah dalam membentuk xilem sekunder. Karena kativitas kambium inilah, batang dikotil dapat bertambah besar. Pada batang monokotil, berkas pembuluh menyebar tidak teratur dan tidak mempunyai kambium. Karena tidak memiliki kambium, batang monokotil tidak dapat bertambah besar.
3.      Daun
Umumnya daun berwarna hijau, berbentuk lebar dan pipih. Bagian yang tipis melebar disebut lembaran daun. Lembaran daun dapat berbentuk bulat, panjang, dan lancip. Pada lembaran daun terdapat tulang-tulang daun. Tulang daun pada tumbuhan monokotil berbentuk melengkung sejajar sedangkan tulang daun pada tumbuhan dikotil berbentuk menyirip dan menjari.
Berdasarkan susunannya daun dibedakan atas :
a.       Daun tunggal : apabila pada satu tanggai daun terdapat satu helai daun.
b.      Daun majemuk : apabila pada satu tanggai terdapat beberapa helai daun.
Struktur anatomi daun terdiri atas :
a.       Epidermis : epidermis daun terdapat di permukaan atas maupun bawah, umumnya terdiri atas selapis sel yang dinding selnya mengalami penebalan kutikula. Pada epidermis terdapat celah atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Celah atau pori itu disebut stomata. Pada umumnya stomata terdapat pada kedua permukaan daun. Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.
b.      Mesofil : mesofil terletak di antara epidermis atas dan bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang (palisade) dan bunga karang (spon), sedangkan pada tumbuhan monokotil, mesofil tidak berdeferensiasi dan bentuknya seragam, sehingga tidak dapat dibedakan antara jaringan palisade atau jaringan spon.
c.       Berkas pengangkut : terdapat diantara jaringan bunga karang. Berkas pengangkut pada daun membentuk tulang daun. Fungsi tulang daun adalah untuk mengangkut air, garam dan mineral dari tanah dan mengedarkan hasil fotosintesis keseluruh tubuh tumbuhan.
4.      Bunga
Bunga merupakan organ tumbuhan yang berfungsi sebagai organ reproduksi generatif. Kelopak dan mahkota bunga pada tumbuhan dikotil berkelipatan 2, sedangkan kelopak dan mahkota bunga pada tumbuhan monokotil berkelipatan 3. Jika bunga tidak memiliki perhiasan bunga, bunga itu disebut bunga telanjang. Bunga yang tidak memiliki benang sari disebut bunga betina. Bunga yang tidak memiliki putik disebut bunga jantan. Bunga yang memiliki putik dan benang sari disebut bunga hermaprodit.
Menurut bagian yang terdapat pada bunga, bunga dapat di bedakan menjadi dua kelompok yaitu :
a.       Bunga lengkap : yaitu bunga yang memiliki kelopak, mahkota, benang sari dan putik.
b.      Bunga tidak lengkap : yaitu jika salah satu bagian bunga tidak ada.
Struktur bunga terdiri dari :
a.       Kelopak : merupakan bagian hiasan bunga yang terdapat dilingkaran luar, biasanya berwarna hijau. Pada waktu bunga masih kuncup, kelopak berfungsi sebagai selubungnya yang melindungi kuncup dari pengaruh-pengaruh luar. Helaian penyusun kelopak disebut sepal.
b.      Mahkota bunga : merupakan bagian bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Mahkota bunga mempunyai bentuk dan warna yang beraneka ragam. Mahkota bunga berfungsi menarik serangga untuk membantu penyerbukan. Helaian penyusun mahkota disebut petal.
c.       Alat kelamin jantan : terdiri atas sejumlah benang sari (stamen). Alat kelamin jantan terletak di lapisan setelah mahkota bunga. Stamen memiliki kepala sari (anther) yang letaknya diujung tangkai sari (filamentum). Dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ruang sari (teka) yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari (pollen). Serbuk sari inilah yang disebut gamet jantan.
d.      Alat kelamin betina : alat kelamin betina (putik) dapat tersusun atas satu atau lebih daun buah. Putik tersusun atas beberapa bagian sebagai berikut :
·        Bakal buah (ovarium) : merupakan tempat terdapatnya sel telur. Letak ovarium pada dasar bunga dan bentuknya menggelembung.
·        Tangkai putik (stillus) : merupakan suatu saluran sempit untuk dilalui oleh serbuk sari ketika pembuahan. Tangkai putik berfungsi untuk menyokong kepala putik.
·        Kapala putik (stigma) : merupakan bagian yang paling atas dari putik. Pada umumnya kepala putik lengket dan berambut, karena merupakan tempat melekatnya serbuk sari ketika terjadi pembuahan.



B.  Struktur dan Fungsi Organ 
1.   Akar
Akar  adalah bagian tumbuhan berfungsi untuk menyerap air dan mineral biasanya dari dalam tanah.
Fungsi akar bagi tumbuhan antara lain :
a)      Menyerap air dan zat-zat hara serta mineral yang terlarut,
b)      Menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan ,
c)       Sebagai tempat penyimpanan  cadangan makanan,
d)      Sebagai tempat perkembangbiaakan vegetatif.

2. Batang
Batang adalah organ tumbuhan yang menghubungkan antara akar dengan daun. Fungsi batang antara lain :
a)      Sebagai alat pengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh
b)      Penyokong tubuh tumbuhan,
c)       Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif,
d)      Tempat melekatnya  daun dan buah ,
e)      Tempat menyimpan cadangan makanan
3.daun
  1. Sebagai tempat  berlangsungnya fotosintesis ,
  2. Tempat penyimpan bahan makanan,
  3. Alat perkembangbiakan vegetatif,
4.    Bunga
Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan karena terdapat alat kelamin jantan dan betina. Dalam bunga juga terdapat sebuah perhiasan bunga yang berupa mahkota bunga dan putik.
BAB  III
Penutup

A.              Kesimpulan
Struktur utama pada tumbuhan adalah akar, batang, daun, dan bunga. Yang mana organ-organ tersebut tersusun atas jaringan-jaringan, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu mengalami pembelahan sel membentuk jaringan lain pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah tidak mengalami pembelahan sel, dan sudah mengalami diferensiasi dan fungsi tertentu pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa terbagi menjadi tiga, yaitu jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut (vaskuler).
















Daftar pustaka

Campbell, N.A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. 2005. Biologi. Edisi ke-5. Terj. Dari: Biology. 5th ed. oleh Manulu, W. Jakarta: Erlangga.
Mader, S.S. 2004. Biology. Boston: McGraw-Hill.
Pratiwi, D.A., dkk. 2006, Biologi. Jakarta: Erlangga.
http://www.cartage.org.lb
http://www.flmnh.ufl.edu/flowerpower/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar