Kamis, 27 November 2014

Budidaya bisa maksimal melalui kolam terpal


Budidaya udang vannamei masih tergolong baru. Maklumlah, udang jenis ini merupakan varietas unggulan yang baru diperkenalkan ke publik.
Untuk menggenjot produksi udang vannamei, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan program demfarm atau demonstration farm.  Program ini sudah mulai diterapkan para petambak udang vannamei di daerah Katapang, Lampung Selatan.




Pipit Puspitasari, petambak demfarm di Ketapang, mengatakan, udang vannamei memiliki kecenderungan lebih aktif dibandingkan udang windu.  "Inilah yang membuat udang vannamei lebih tahan terhadap penyakit," ujarnya.

Untuk membudidayakan udang vannamei, idealnya harus memiliki lahan seluas satu hektare. Satu petak kolam minimal luasnya sekitar 2.500 meter persegi (m²). Jadi satu hektare lahan bisa dibuat menjadi empat kolam.
Dalam tambak demfarm ini,  setiap kolam dilapisi terpal. Penutupan terpal dilakukan hingga ke luar tepian kolam. Fungsi terpal ini untuk melindungi kolam dari longsoran tanah. Takutnya, kalau hujan, tanah longsor dan masuk kolam.
Bila masuk ke dalam air, longsoran itu bisa mempengaruhi derajat keasaman atau ph air. Selain terpal, di dalam kolam dipasangi kincir air. Tujuannya untuk menjaga suplai oksigen dan mengontrol kotoran udang.
Setelah siap, kolam harus diisi air payau.  Selanjutnya menyiapkan bibit untuk ditebar di kolam. Penyebaran benih maksimal 100 ekor per m². Untuk pakannya bisa diberikan pelet.
Kolam seluas 2.500 m² bisa menghabiskan pakan  sebanyak 3 ton hingga panen atau usia 100 hari sejak penebaran benih. Harga pakan udang ini sekitar Rp 15.000 per kilogram (kg).
Menurut Pipit, kondisi air harus diperhatikan, "Kalau bisa jangan lumutan karena kualitas air menjadi kunci keberhasilan panen," ujarnya.
Meskipun lebih tahan terhadap penyakit, udang vannamei membutuhkan biaya operasional lebih mahal dua hingga tiga kali lipat dibandingkan udang windu. "Obat-obatan harus khusus, pakannya juga harus khusus," ujarnya.
Petani udang lainnya, Amrozi Hamidi di Gresik, Jawa Timur menambahkan, supaya udang tumbuh maksimal, sebaiknya setiap 1 meter cukup ditenar dua ekor hingga tiga ekor bibit saja. Umur bibit udang yang paling ideal untuk ditebar berusia enam hingga 10 hari.
Sebelum menebar bibit ada baiknya air di kolam sudah berusia tujuh hari. Tujuannya agar plankton tumbuh banyak dan tidak perlu memberi pakan tambahan.
Pakannya sendiri harus diberikan setiap dua kali sehari. Tapi bila plankton di kolam masih banyak tidak perlu diberikan pakan.  
(Selesai)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar